Senin, 07 November 2011

seni tari klas 9 semester 1 side B

Karya Seni Tari

A. MENENTUKAN JENIS KARYA

Tahapan yang paling awal dalam berkarya seni adalah menentukan jenis karya yang akan dibuat. Penentuan jenis karya yang akan dibuat penting dalam rangka memudahkan langkah kita selanjutnya. Karya seni tari yang akan dipergelarkan dapat merupakan materi tunggal, tari pasangan, tari kelompok, tari bertema, tari bercerita dan tari berdialog. Setelah menentukan materi yang akan dipergelarkan, maka segera ditentukan pembuatan panitia dan jadwal latihan.

1. Contoh tari tunggal
Tari Gathotkaca Gandrung
Tari Gambyong
Tari Gambiranom
Tari Menak Kocar
Tari Klana Topeng

Contoh tari tunggal yang dapat dilakukan secara kelompok atau masal
Tari Gambyong
Tari Marak
Tari Watang / Prajuritan
Tari Eko Prawira
Tari Wira Pertiwi

2. Tari Pasangan

Adalah sebuah tari yang disakilan oleh dua orang penari. Ada tiga jenis tari pasangan :

a. Tari pasangan putri-putri

Contoh :

§ Adanengar Kelaswara

§ Retno Tinanding

§ Srikandi Larasati

b. Tari pasangan putra-putra

Contoh :

§ Sgriwa Subali

§ Anoman Rahwana

§ Anoman Cakil

§ Anila Prahasta

§ Bugis Kembar

c. Tari pasangan putra-putri / silang jenis

Contoh :

§ Enggar-enggar

§ Karonsih

§ Driasmara

§ Langen Asmara

§ Kusuma Ratih

Dalam tari pasangan dikenal adanya wiring dan pethilan. Wireng adalah suatu bentuk tari yang bertama perang antara dau tokoh yang diambil dari cerita Mahabarata dan Ramayana dan cerita lain tanpa dengan menggunakan dialog.

Ciri-ciri wireng :
Bertema Keprajuritan
Rias dan busana sama
Gerakannya sama
Tidak ada penokohan yang jelas
Tidak ada yang kalah dan menang
Struktur tarinya terdiri dari maju beksan, beksan dan mundur beksan
Iringan yang digunakan lancaran, ketawang dan ladrang

Contoh wiring :
Bandabaya
Bandayuda
Jemparingan
Bugis Kembar
Lawung

Ciri-ciri Pethilan :
Bertema perang
Rias dan busana berbeda disesuaikan dengan tokoh yang dibawakan
Gerak berbeda
Ada penokohan yang jelas
Adayang kalah dan menang
Iringan yang digunakan lancaran, ketawang dan ladrang

Contoh pethilan :
Srikandi Cakil
Bambangan Cakil
Anoman Rahwana
Adanenggar Kelaswara

3. Tari Bertema

Adalah tari yang dibuat berdasarkan tema. Misalnya tema percintaan, tema kepahlawanan dan lain-lain.

Contoh tari bertema percintaan :
Gathotkaca Gandrung
Enggar-enggar
Gambiranom
Karonsih
Langen Asmara

Contoh tari yang bertema kepahlawanan
Kumbukarno Gugur
Ranggalawe Gugur

4. Tari Bercerita dan Berdialog

Tari bercerita adalah tari yang dalam penyajiannya menggunakan cerita. Ceritadisini bisa secara uth atau sebagian.

Contohnya :
Fragmen Sekartaji
Fragmen Kusuma Yuda / Pernah Kembang
Fragmen Jaka Tarub
Fragmen Klana Badra

Tari berdialog adalah sebuah tari yang dalam penyajiannya menggunakan dialog, baik dialog prosa (antawacana) dan dialog nyanyian (tenbang)

Contoh tari berdialog :
Langendriyan (dialog tembang)
Langen Wandra wanaran (dialog tembang)
Wayang Orang (dialog prosa)
B. MENENTUKAN BAHAN DAN ALAT PERGELARAN

1. Tata Rias

Tata rias dalam tari membantu mengungkapkan perwatakan atau karakter tokoh yang akan disajikan. Ada beberapa contoh rias pada tari gaya Surakarta :

a. Rias Gagah, terdiri dari tiga :

§ Gagah Gusen (Rahwana, Kangsa, Indrajid)

§ Gagah Telengan (Gathotkaca, Setiyaki)

§ Gagah Prengesan (Pragoto, Buriswara)

b. Rias Alus, terdiri dari dua :
Alus Luruh (Rama, Janaka)
Alus Lanyap (Karno, Samba, Sadewa)

c. Rias Putri, terdiri dari dua :
Putri Luruh (Kuthi, Sembadra, Sinta)
Puri Lanyap (Srikandi, Pergiwa)

d. Rias Raksasa (Kumbokarno, Cakil, Prahasta)

e. Rias Kera (Anila, Anoman, Sugriwa, Subali)

f. Rias Punakawan (Semar, Gareng, petruk, Bagong)

2. Tata Busana

Tata busana pada prinsipnya sama, perbedaannya terletak pada warna. Warna sangat berpengaruh pada karakter tokoh. Misalnya merah untuk tokoh gagah brangasan, hitam untuk tokoh yang agung dan lain-lain.

Jenis busana yang dipakai pada tari tradisi misalnya :
Irah-irahan
Sumping
Praba
Kalung
Klat bahu / Gelang
Sabuk, Epek Timang
Sampur, Uncal, Boro Sampir
Celana, Kain, Binggel

3. Iringan

Iringan yang digunakan pada tari jawa adalah gamelan yang berlaras pelog dan slendro. Contoh instrumen gamelan yaitu kendang, boning barung, boning penerus, balungan, gong, kempul dan lain-lain.

Fungsi iringan pada tari adalah :
Sebagai iringan penyajian tari
Menambah semarak dan dinamisnya tari
Mengatur dan memberi tanda efektif gerak tari
Pengendali dan pemberi tanda perubahan bentuk gerak
Penuntun dan pemberi tanda awal dan akhir tari

4. Tata Panggung

Tata panggung difungsikan untuk membantu mengungkapkan suasana tempat dimana tokoh atau penari berada. Contohnya adalah suasana hutan, alun-alun, kerton dan lain-lain.Biasanya yang mengungkapkan tata panggung jenia ini adalah wayang orang.

Contoh jenis panggung :

a. Panggung Prosenium

b. Panggung Pendopo

c. Panggung arena terbuka

d. Pangung arena tertutup

5. Tata Cahaya

Penggunaan tata cahaya pada tari adalah disesuaikan dengan kebutuhan ungkap. Dalam penggunaan tata cahaya diharapkan dapat mempertegas garis gerak, rias dan busana. Dalam tata cahaya dikenal istilah penerangan dan pencahayaan. Penerangan yaitu hanya menerangi dari gelap ke terang.Sedangkan pencahayaan selain menerangi juga disesuaikan dengan suasana yang diinginkan seorang penata tari.

6. Properti

Properti adalah suatu alat yang digunakan oleh seorang penari. Alat disini biasanya berupa senjata yang digunakan oleh seorang tokoh.

Contohnya adalah :

a. Pedang, tameng

b. Watang, lawung

c. Gandewa, dhadhap

d. Keris, cundrik

e. Gada, Candrasa, dll

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar